Pemerintah Kabupaten Lamongan lamongankab.go.id
KECAMATAN MANTUP
informasi

Jadi Pembicara Kunci LKMM-TM BEM UMLA 2026, Bupati Yes Tekankan Pentingnya Anticipatory Leadership dan Karakter Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 19 Juni 202612x dilihat
Foto: Jadi Pembicara Kunci LKMM-TM BEM UMLA 2026, Bupati Yes Tekankan Pentingnya Anticipatory Leadership dan Karakter Menuju Indonesia Emas 2045

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi hadir sebagai pembicara kunci (keynote speaker) dalam acara Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah (LKMM-TM) yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), Jumat (19/6). Di hadapan ratusan aktivis mahasiswa, Bupati Yes memaparkan materi krusial mengenai urgensi kepemimpinan masa depan melalui tema Integrity-Based Anticipatory Leadership untuk Generasi Emas 2045.



Dalam arahannya, Bupati Yes mengingatkan bahwa generasi muda saat ini hidup di era krisis global di mana pola sosial terus berubah secara dinamis dan tidak tertebak. Menghadapi tantangan zaman tersebut, model kepemimpinan antisipatif yang berbasis pada integritas sangat diperlukan.


"Kita hidup di zaman krisis yang terus bergerak. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan harus mengasah kemampuan analisis, ketajaman membaca peluang dan risiko, serta keberanian dalam mengambil keputusan. Di atas semua itu, integritas kita adalah fondasi utama yang sangat diperlukan untuk masa depan," ujar Bupati Yes.


Lebih lanjut, Bupati Yes menekankan bahwa lanskap masa depan tidak lagi sekadar membutuhkan individu yang cerdas secara akademik, melainkan individu yang kaya akan keterampilan (skill) nyata dan daya adaptasi yang tinggi. Menariknya, ia menggarisbawahi bahwa ancaman terbesar bagi generasi muda saat ini bukanlah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI, melainkan ketidakmampuan kita untuk beradaptasi serta rapuhnya karakter.



Menatap visi besar Indonesia Emas 2045, Bupati Yes memaparkan bahwa pembangunan dan penyiapan generasi masa depan harus bertumpu pada 4 modal utama, yaitu Economic Capital (Modal Ekonomi), Human Capital (Modal Manusia/SDM), Social Capital (Modal Sosial), dan Moral Capital (Modal Moral). Yang mana keempat aspek ini harus berjalan beriringan dan tidak boleh saling menegasikan.


"Pertumbuhan ekonomi tanpa kualitas SDM yang mumpuni hanya akan melahirkan ketimpangan sosial. Sebaliknya, pertumbuhan ekonomi yang mengabaikan moralitas akan membuat arah pembangunan kita kehilangan jati diri," tambahnya.


Di tengah dinamika global tersebut, Pemerintah Kabupaten Lamongan terus berkomitmen menjaga keseimbangan pembangunan. Pemkab Lamongan secara konsisten menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas SDM, penguatan karakter, hingga penciptaan harmoni sosial di tengah masyarakat. Komitmen dan strategi berimbang tersebut terbukti membuahkan hasil positif bagi capaian makro Kabupaten Lamongan.


"Alhamdulillah, kita patut bangga. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lamongan pada tahun 2025 sukses menyentuh angka 5,80 persen, dan pada triwulan I tahun 2026 ini trennya terus meningkat hingga mencapai 5,90 persen. Kemajuan ekonomi ini juga dibarengi dengan kualitas hidup masyarakat yang terus membaik, di mana Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan kini berada di angka 76,80, serta Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) yang solid di angka 3,6," pungkas Bupati Yes.


Sumber: @prokopimkab.lamongan

Hari Jadi Lamongan ke-457
SP4N-LAPOR!LAPOR PAK YES!LAPOR WBSNomor Telepon Penting