Bupati Lamongan Yuhronur Efendi melantik dan mengambil sumpah jabatan Muhammad Nasir sebagai Direktur Kepatuhan PT. BPR Bank Daerah Lamongan (Perseroda), Rabu (3/6), di Hall Bank Daerah Lamongan. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan yang baik sekaligus meningkatkan profesionalisme lembaga perbankan daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pada kesempatan itu, Bupati yang akrab disapa Pak YES menekankan pentingnya menjadikan integritas sebagai budaya kerja yang mengakar di seluruh lini organisasi.

Menurut Pak YES, integritas merupakan modal utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga perbankan. Ia menjelaskan bahwa selain risiko keuangan, perbankan juga menghadapi risiko reputasi yang dapat memengaruhi keberlangsungan usaha apabila tidak dikelola dengan baik. Karena itu, seluruh insan Bank Daerah Lamongan harus memiliki komitmen yang sama dalam menjaga integritas dan profesionalisme.
“Integritas ini penting karena salah satu risiko perbankan adalah risiko reputasi. Oleh karena itu, menjaga integritas harus menjadi komitmen bersama dan menjadi budaya kerja di Bank Daerah Lamongan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pak YES mengingatkan agar Bank Daerah Lamongan tetap menjaga jati dirinya sebagai sahabat UMKM. Menurutnya, BPR memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui pelayanan dan pendampingan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang jumlahnya mencapai hampir 200 ribu di Lamongan. Kejelasan segmen tersebut harus terus dipertahankan sebagai kekuatan utama perusahaan.
“Jangan meninggalkan jati diri BPR. Kita adalah sahabat UMKM dan menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan UMKM di Lamongan. Karena itu teruslah mengakrabkan diri dengan para pelaku UMKM,” katanya.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, Pak YES juga mendorong penguatan digitalisasi layanan guna meningkatkan kemudahan, kualitas pelayanan, dan kepercayaan masyarakat. Namun demikian, ia menegaskan bahwa digitalisasi harus diposisikan sebagai instrumen pendukung, bukan pengganti hubungan personal.
Selain itu, ia berharap jajaran manajemen terus menjaga kesehatan perusahaan melalui pengelolaan rasio keuangan yang baik, termasuk tingkat kredit bermasalah (NPL), sehingga Bank Daerah Lamongan dapat terus tumbuh secara sehat, berkelanjutan, dan semakin solid dalam mewujudkan masa depan yang lebih baik bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Digitalisasi harus membantu pelayanan menjadi lebih baik dan lebih dipercaya. Tetapi pendekatan personal kepada nasabah tetap harus menjadi kekuatan utama yang tidak boleh ditinggalkan,” pungkasnya.
Sumber: @prokopimkab.lamongan




