Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyerahkan bantuan Program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) Periode II secara simbolis kepada Camat serta Kepala Desa dan Lurah di Pendopo Lokatantra, Selasa (13/1). Implementasi Genting di Lamongan menunjukkan dampak awal yang positif, setelah pada Periode I (September–Desember 2025) mayoritas baduta (bayi di bawah dua tahun) penerima bantuan mengalami peningkatan berat dan tinggi badan.

Berdasarkan data Tim Pengendali Genting (TPG) Kabupaten Lamongan, sebanyak 160 baduta penerima Program Genting selama tiga bulan menunjukkan perkembangan terukur, dengan 98 persen mengalami kenaikan berat badan dan 88 persen mengalami peningkatan tinggi badan. Hasil tersebut menegaskan bahwa implementasi Program Genting di Lamongan mulai menunjukkan kontribusi nyata dalam menurunkan risiko stunting.
"Terima kasih khususnya kepada para orang tua asuh, kepada seluruh Pembina, Pak Camat, Bu Camat, Bu Kades yang terus secara langsung berada di lapangan, melakukan pendampingan bagi anak-anak yang mengalami atau menderita stunting," ucap Pak YES mengapresiasi.
Genting sendiri merupakan program nasional yang dicanangkan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI. Program ini melibatkan berbagai unsur, baik pemerintah maupun swasta,untuk menjadi orang tua asuh, dan menargetkan keluarga risiko stunting sebagai penerima. Bantuan prioritas yang diberikan berupa nutrisi dan nonnutrisi, serta bantuan pendukung berupa edukasi.
Pada Periode II ini, Program Genting di Lamongan melibatkan 20 orang tua asuh dari berbagai unsur dengan total dana Rp190 juta. Program ini menyasar 189 keluarga berisiko stunting di lima kecamatan.

Bupati YES optimis melalui program ini angka stunting di Lamongan akan dapat terus ditekan. Seperti pada tahun sebelumnya, angka stunting di Lamongan terus menunjukkan penurunan. Pada tahun 2023, prevalensi stunting di Lamongan berada pada angka 9,4%, yang kemudian berhasil turun menjadi 6,9% pada 2024.
"Tapi nanti kalau sudah turun terus sampai zero, apakah berhenti program gerakan stunting ini? Tidak. Program ini tujuannya untuk tumbuh kembang anak, jadi tidak hanya secara fisik saja pertumbuhannya, tetapi juga psikis," tambah Bupati YES.
Disampaikan Ketua TPG Lamongan, Anis Yuhronur Efendi, sistem penyaluran bantuan dilakukan tiap 2 minggu melalui Ketua TP PKK Kecamatan. Bantuan yang diberikan berupa uang dan beras fortivit (untuk balita stunting), serta susu untuk ibu hamil KEK (Kekurangan Energi Kronis).
Sumber: @prokopimkab.lamongan