Setelah mencatatkan diri sebagai produsen padi terbesar di Jawa Timur pada 2025, Bupati YES kembali menargetkan peningkatan capaian Luas Tambah Tanam (LTT) padi pada 2026. Komitmen tersebut disampaikannya saat mengikuti Gerakan Menanam bersama petani di Desa Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kamis (5/3).

Diterangkan Bupati YES, pada tahun 2025, Kabupaten Lamongan berhasil melampaui target LTT dari Pemerintah Pusat. Dari target seluas 192.000 hektar, Lamongan berhasil merealisasikan seluas 193.786 hektar atau mencapai 100,73%. Angka ini menunjukkan prestasi luar biasa dari insan pertanian Lamongan dalam mendukung program swasembada pangan.
"Lahan baku kita hanya 95 ribu hektar, tetapi kita mampu panen 193 ribu hektar lebih. Ini semua berkat karakter megilan petani Lamongan, yang selalu ulet, berani, dan semangat menanam apapun kondisinya," ujar Bupati YES.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan, per 5 Maret ini, luas panen di Lamongan telah mencapai 36.818 hektar. Angka ini, kata Bupati YES, akan terus digenjot, mengingat target LTT tahun 2026 yang naik menjadi 233 ribu hektar.
"Pemerintah terus memberikan iklim yang kondusif untuk meningkatkan produktivitas pertanian, mulai dari bantuan alat dan mesin pertanian, perbaikan saluran irigasi, hingga kemudahan mengakses pupuk," tegas Pak YES.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tanaman (BBPOPT) Kementerian Pertanian RI, Yuris Tiyanto, menyampaikan komitmennya dalam upaya melindungi tanaman padi petani. Ia mengajak seluruh unsur termasuk Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) hingga Babinsa untuk membantu kelancaran produksi padi petani.
"Kita antisipasi agar padi tidak ada gangguan. Semoga Lamongan mampu kembali memimpin sebagai lumbung pangan nasional," ujar Yuris Tiyanto yang sekaligus sebagai Penanggungjawab Satgas Swasembada Pangan Berkelanjutan Provinsi Jawa Timur tersebut.
Sumber : @prokopimkab.lamongan