Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan Ibu Anis Yuhronur Efendi didampingi Ibu Puji Dariani Moh. Nalikan menghadiri Bhakti Sosial Penyaluran Bantuan Banjir di Desa Ketapangtelu, Kecamatan Karangbinangun, Minggu (11/1). Kegiatan yang didukung CSR Bank BNI melalui Sinergi TP PKK Kabupaten Lamongan tersebut menyalurkan 150 paket bantuan bagi warga terdampak. Dalam sambutannya, Ibu Anis menyampaikan empati mendalam sekaligus mengingatkan masyarakat untuk waspada dampak pascabanjir, menjaga kebersihan lingkungan, serta menguatkan kembali budaya gotong royong sebagai langkah bersama mencegah banjir akibat perubahan iklim dan tersumbatnya saluran air.

“Yang perlu kita waspadai saat banjir adalah munculnya penyakit seperti gatal-gatal dan diare, sehingga kebersihan dan kesehatan lingkungan harus benar-benar dijaga, untuk itu ke depan ibu-ibu melalui bimbingan ibu kepala desa mari kita rapikan lingkungan masing-masing, mulai dari selokan di sekitar rumah agar lingkungan terus terjaga dari banjir” Paparnya.
Ibu Anis Yuhronur Efendi juga mendorong pemanfaatan limbah rumah tangga agar tidak dibuang sembarangan. Menurutnya, limbah tersebut dapat diolah menjadi pupuk dan akan diprogramkan oleh TP PKK Kabupaten Lamongan sebagai langkah pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Beliau mengajak seluruh masyarakat untuk saling membantu dan saling menguatkan demi mencegah bencana banjir akibat kerusakan lingkungan.
“Atas nama TP PKK Kabupaten Lamongan, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bank BNI melalui dana CSR-nya. Bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial dan sinergi yang baik antara perbankan, pemerintah daerah, dan masyarakat,” ungkapnya. Beliau berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban warga dan memenuhi kebutuhan para warga yang terdampak banjir.

Sementara itu, Kepala Desa Ketapangtelu Khabib Bainudin, menyampaikan harapannya agar banjir segera surut dan kondisi desa kembali normal. Ia menjelaskan bahwa dalam dua tahun terakhir pemerintah desa telah mengalokasikan hampir Rp200 juta untuk program pengurukan rumah warga. Upaya tersebut berhasil menurunkan jumlah rumah terdampak banjir dari sekitar 250 rumah menjadi 140 rumah, dan ditargetkan pada tahun 2026 Desa Ketapangtelu tidak lagi terdampak banjir.
Sumber: @prokopimkab.lamongan