Mewakili Bupati Yuhronur Efendi, Wabup Dirham Akbar Aksara mengikuti zoom meeting Panen Raya dan Tasyakuran Swasembada Pangan bersama Pesiden RI yang diselenggarakan oleh Kementan RI di Ruang Command Center Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Rabu (7/1/2025). Dalam kesempatan tersebut, Wabup Dirham menyampaikan apresiasi atas pencapaian luar biasa Lamongan dalam melampaui target Luas Tambah Tanam (LTT) yang telah ditetapkan Kementerian Pertanian. Dari target LTT padi 192.373 hektar, realisasi mencapai 193.783 hektar, dengan persentase capaian sebesar 100,73 persen.

"Pencapaian ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan. Hal ini mencerminkan keberhasilan kolaborasi semua pihak yang terlibat. Lebih dari itu, capaian ini memperkuat posisi Lamongan sebagai salah satu lumbung pangan nasional," ujar Wabup Dirham.
Untuk mempertahankan status sebagai produsen padi terbesar di Jawa Timur dan peringkat kelima secara nasional, Kabupaten Lamongan terus berupaya meningkatkan luas tanam serta hasil produksi padi. Upaya ini dilakukan melalui optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian baik sawah maupun non-sawah, penyediaan benih unggul, peningkatan sarana dan prasarana pertanian, serta memastikan hasil panen dapat terserap atau terjual sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan dengan nilai minimal Rp6.500 per kilogram.
"Dengan adanya patokan HPP ini, kita dapat meminimalisir fluktuasi harga di pasaran sehingga kesejahteraan para petani dapat lebih meningkat," tambah Wabup Dirham.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan, Mugito, menjelaskan bahwa salah satu upaya untuk meningkatkan luas tanam dilakukan melalui optimalisasi masa tanam sebanyak dua hingga tiga kali dalam setahun. Sehingga pada 31 Desember 2025 realisasi luas tanam mencapai 193.783 hektar dari target 192.373 hektar.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir perwakilan Kelompok Tani (Poktan) dari Lamongan, Ali, yang menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian.
Dukungan seperti penyediaan pupuk dan sarana-prasarana pertanian menjadi faktor penunjang utama bagi keberhasilan petani di daerah tersebut.
"Kami bersyukur atas ketersediaan pupuk yang mencukupi. Namun, kami berharap agar akses jalan menuju lahan pertanian dapat lebih dioptimalkan karena hal tersebut akan mengurangi beban biaya operasional. Selain itu, kami juga memohon adanya upaya memperbaiki sistem irigasi, khususnya di wilayah Lamongan bagian selatan, dengan harapan adanya sudetan dari Kali Brantas guna memenuhi kebutuhan air selama musim kemarau," tutup Ali.
Sumber: @prokopimkab.lamongan