Mudik bukan hanya sekadar pulang ke kampung halaman saat Lebaran. Tradisi ini sudah ada sejak masa Kerajaan Majapahit, ketika para pejabat kembali ke pusat kerajaan sekaligus menyempatkan diri mengunjungi daerah asalnya.

Istilah mudik sendiri memiliki beberapa makna. Ada yang mengaitkannya dengan “mulih dilik” yang berarti pulang sebentar, ada pula yang menghubungkannya dengan kata udik yang merujuk pada daerah hulu atau pedalaman.

Seiring meningkatnya urbanisasi sejak tahun 1970-an, mudik kemudian berkembang menjadi tradisi sosial yang tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga turut menggerakkan perekonomian di daerah.

Sumber : @lamongankab @diskominfo.lamongan