Bupati Lamongan Yuhronur Efendi didampingi Wabup Dirham Akbar Aksara menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Akhir Tahun Anggaran 2025 pada Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Lamongan, Senin (30/3). Dihadapan anggota dewan, Pak Yes mengabarkan berbagai capaian kinerja pembangunan. Sejumlah kinerja positif dicatatkan oleh Kabupaten Lamongan selama tahun 2025, diantaranya IPM mencapai 76,81 dan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,40%.

Diungkapkan Pak Yes, sisi struktur ekonomi kinerja sektor riil tercermin dari pertumbuhan PDRB lapangan usaha pertanian sebesar 4,81% perdagangan 4,0% serta industri pengolahan 9,25% yang tumbuh stabil dan positif. Sementara dimensi pembangunan manusia capaian terus meningkat yang tercermin dari Indeks Pendidikan sebesar 0,681 dan Indeks Kesehatan sebesar 0,852 serta Indeks Pembangunan Pemuda 61,83.
"Dalam rangka pembangunan yang lebih luas arah kebijakan nasional melalui Asta Cita dan di Kabupaten Lamongan dijabarkan melalui 15 program prioritas, salah satu kontribusinya dalam mendukung agenda nasional terlihat dari penguatan ketahanan dan Swasembada pangan tahun 2025 yang menempatkan Lamongan sebagai produsen padi terbesar di Jawa Timur dengan produksi mencapai 1.335.099 ton. Produksi jagung sebesar 536.245 ton, tebu 230.901 ton, serta produksi perikanan mencapai 129.790 ton," ucap Pak Yes.
Di tengah berbagai capaian pembangunan tersebut terdapat dua sisi yang hingga saat ini dipercepat penanganannya yaitu banjir dan perbaikan infrastruktur jalan. Secara teknis telah dilakukan upaya pengoperasian 17 pompa hingga pukul 24.00 WIB, pembukaan aliran Sluis Wangen, Sluis Kuro, Sluis Tambah Ombo dan operasi modifikasi cuaca oleh BMKG. Terkait pemenuhan kebutuhan dasar telah terdistribusi 20.200 paket logistik dan penyaluran 54 ton beras cadangan pangan pemerintah.

Pak Yes juga merincikan data pengelolaan keuangan daerah tahun anggaran 2025 yang terdiri dari pendapatan daerah terealisasi sebesar Rp 3.217.043.398.282,15. Belanja daerah terealisasi sebesar Rp 3.175.564.168.282,51.
Sebagai penyeimbang dari surplus yang terjadi, maka kebijakan pembiayaan ditempuh dari penerimaan pembiayaan sebesar Rp 83.238.247.379,77 dan pengeluaran pembiayaan 0 rupiah.
Pada kesempatan ini, Pak Yes juga menyampaikan Perubahan Propemperda Tahun 2026. Dalam kesempatan tersebut, Beliau memaparkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2025-2039, diantaranya penyediaan air minum yang berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Lamongan.
Sumber : @prokopimkab.lamongan