Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyalurkan bantuan secara simbolis kepada warga terdampak banjir di tiga desa di Kabupaten Lamongan, Rabu (18/2). Bantuan tersebut diserahkan di Desa Blawi Kecamatan Karangbinangun, Desa Sidomulyo Kecamatan Deket, serta Desa Soko Kecamatan Glagah. Secara keseluruhan, bantuan yang disalurkan mencapai 4.850 paket yang tersebar di 44 desa pada 5 kecamatan di Kabupaten Lamongan.
Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam meringankan beban masyarakat yang terdampak genangan, khususnya terhadap kebutuhan sehari-hari di tengah keterbatasan akses akibat banjir.

Pemberian bantuan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membantu warga yang akan melaksanakan ibadah puasa Ramadan di tengah kondisi banjir. Dengan keterbatasan akses warga, Pemerintah Kabupaten Lamongan berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, sehingga warga dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang, khusyuk, dan penuh keberkahan.
Pada kesempatan yang sama, Pak Yes juga melakukan peninjauan penambahan tiga unit pompa kuro guna mempercepat penanganan genangan di kawasan Bengawan Jero.
Dalam keterangannya, Pak Yes menjelaskan bahwa banjir yang terjadi saat ini dipicu oleh perubahan cuaca ekstrem berdasarkan informasi dari BMKG. Peristiwa hidrometeorologi tersebut, menurutnya, tidak dapat diprediksi secara pasti. Curah hujan yang turun membawa debit air hingga sekitar 100 liter per detik, meningkat signifikan dari kondisi normal. Bahkan, meskipun telah dilakukan rekayasa cuaca di wilayah Jawa Timur, intensitas hujan tetap tinggi dan berdampak pada meningkatnya debit air di sejumlah titik.

Sebagai langkah percepatan penanganan, Pemerintah Kabupaten Lamongan terus berkoordinasi dengan BBWS Bengawan Solo dan Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur. Hasil koordinasi tersebut diwujudkan dengan penambahan tiga unit pompa di pintu air kuro, sehingga total pompa yang beroperasi kini menjadi enam unit. Tambahan tiga pompa tersebut mampu membantu mengeluarkan air hingga 456 juta liter air per hari.
“Dengan penambahan ini, kapasitas pembuangan air meningkat sehingga genangan diharapkan cepat surut. Kami terus berupaya agar air segera keluar, dengan harapan cuaca mendukung dan tidak ada tambahan debit air.” Ungkap Pak Yes
Selain penambahan pompa, upaya lain yang dilakukan adalah pengurangan volume air di Waduk Gondang secara bertahap agar tidak melimpas apabila terjadi hujan susulan. Air dari waduk tersebut dialirkan ke waduk-waduk kecil di beberapa desa guna mengurangi beban tampungan.
Sumber: @prokopimkab.lamongan