Dalam rangka meningkatkan koordinasi penanganan banjir, Komisi C DPRD Kabupaten Lamongan melaksanakan konsultasi dan koordinasi ke Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada hari Selasa 10 Februari, dengan didampingi oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Lamongan.
Kegiatan ini bertujuan untuk membahas penanganan banjir di wilayah Bengawan Jero dan Kali Pembuang Prijetan, yang selama ini menjadi perhatian bersama karena berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat dan sektor pertanian. Dalam pertemuan tersebut disampaikan kondisi eksisting wilayah, permasalahan teknis di lapangan, serta kebutuhan penanganan yang memerlukan sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Melalui forum koordinasi ini, Komisi C DPRD Kabupaten Lamongan bersama perangkat daerah terkait menyampaikan usulan dan masukan teknis, termasuk rencana penanganan jangka pendek dan jangka menengah, serta dukungan program dari pemerintah pusat melalui Ditjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum.
Pada kesempatan tersebut, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Lamongan juga mengusulkan kegiatan normalisasi sedimen pada 25 waduk dan rawa kewenangan kabupaten serta 12 waduk kewenangan pemerintah pusat. Disamping untuk menambah volume air baku irigasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga sebagai upaya pengendalian banjir agar air tertahan lebih lama di wilayah hulu sehingga tidak masuk ke wilayah Bengawan Jero dan Kali Pembuang Prijetan.
Diharapkan melalui kegiatan koordinasi dan konsultasi ini dapat terbangun sinergi yang lebih kuat antara DPRD, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat dalam upaya penanganan banjir secara terpadu, berkelanjutan, dan tepat sasaran, sehingga mampu mengurangi risiko banjir serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lamongan.
Sumber: @lamongankab @sdabk.lamongan