Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat komitmennya dalam menangani persoalan sampah melalui strategi komprehensif dan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Upaya ini dilakukan sebagai langkah konkret mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Lamongan.

Dituturkan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Kamis (16/4) di Gedung Pemkab Lamongan bahwa penanganan sampah tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan seluruh elemen mulai dari pemerintah, masyarakat hingga sektor swasta dalam satu sistem yang terintegrasi. Hal ini menjadi bagian dari strategi besar Pemkab Lamongan dalam menjawab tantangan meningkatnya volume sampah.
“Penanganan sampah harus dilakukan secara menyeluruh dari sumbernya. Tidak hanya di hilir, tetapi juga di hulu melalui perubahan perilaku masyarakat,” tutur Bupati yang akrab disapa Pak Yes.
Saat ini, produksi sampah di Kabupaten Lamongan mencapai sekitar 550 ton per hari. Untuk memaksimalkan pengelolaannya, berbagai langkah telah dilakukan, di antaranya optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), penguatan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), serta pengelolaan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) untuk mengurangi beban lingkungan.

Pemkab Lamongan juga terus mendorong penguatan TPS3R di tingkat desa sebagai ujung tombak pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Melalui sistem ini, sampah dapat dipilah dan diolah sejak dari sumbernya, sehingga mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA sekaligus menciptakan nilai ekonomi melalui bank sampah dan ekonomi sirkular.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat menjadi fokus utama dalam strategi tersebut. Pemkab Lamongan secara berkelanjutan mengkampanyekan pengurangan penggunaan plastik, pemilahan sampah rumah tangga, hingga pemanfaatan komposter sebagai upaya perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup ramah lingkungan.
Sumber : @lamongankab @diskominfo.lamongan




