Digelar setiap 7 Syawal, tradisi ini bukan sekadar perayaan, tapi wujud rasa syukur sekaligus ajang mempererat kebersamaan masyarakat. Gunungan kupat yang menjadi ikon menyimpan makna mendalam—dari "ngaku lepat" (mengakui kesalahan) hingga ajakan untuk saling memaafkan dan hidup rukun 🤝
Berawal dari dakwah penuh kearifan Sunan Sendang, tradisi ini mengajarkan nilai-nilai kebaikan melalui pendekatan budaya yang membumi. Tak hanya lestari, tapi juga terus hidup di hati #wargalamongan 💙




Mari jaga dan lestarikan warisan budaya kita bersama!
Sumber : @lamongankab