Menyambut kembalinya pupuk bersubsidi untuk sektor perikanan yang rencananya diberlakukan mulai Januari 2026, Kabupaten Lamongan terpilih sebagai tempat pertama pelaksanaan simulasi dan sosialisasi penyaluran pupuk pada Minggu (21/12) di Desa Sukorejo, Kecamatan Turi. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Dirjen Perikanan Budidaya Tb. Haeru Rahayu didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan Ketua DPRD Lamongan M. Freddy Wahyudi.

Dari pelaksanaan kegiatan ini Dirjen Perikanan Budidaya Tb. Haeru Rahayu berpesan, agar data petani pembudidayaan yang memang berkeinginan mendapatkan pupuk bersubsidi secepatnya diupdate. Tidak hanya itu beliau juga mengajak seluruh pihak untuk mengawal penyaluran pupuk bersubsidi yang lebih tertib dan tepat sasaran.
"Yang diharapkan dari program ini adalah produltivitas meningkat, dimana ujungnya adalah peningkatan kesejahteraan pembudidaya. Intinya kualitas hidup Masyarakat khususnya saat ini di Lamongan juga akan meningkat. Untuk pengawasan ini sudah sangat berlapis dengan pendekatan digitalisasi tidak akan bisa bohong, ktp-nya sekali ambil 300 kilo. Kuota 295 ribu ton lebih sedikit, untuk se-Indonesia," terang Dirjen Tb. Haeru Rahayu.

Bupati Yuhronur Efendi mengaku senang karena akhirnya aspirasi masyarakat untuk mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi di sektor perikanan akhirnya terjawab. Beliau juga mengaku siap untuk turut serta mensukseskan seluruh proses dan mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi di Lamongan.
"Kebetulan Lamongan ini adalah tempat yang pertama untuk simulasi daripada penyaluran pupuk bersubsidi di sektor perikanan. Kami siap untuk mensukseskan seluruh proses pupuk bersubsidi ini di Kabupaten Lamongan, mekanisme nya tadi sudah disampaikan melalui aplikasi, sudah ada 23 ribu yang terdaftar dari sekitar 30 ribuan petambak di Kabupaten Lamongan, artinya kita siap, kita menyambut baik, dan berharap bahwa ini akan terus berkelanjutan," ungkap Pak Yes.
Sumber: @prokopimkab.lamongan